Begitu putusan Calciopoli diumumkan, boleh dibilang dalam waktu yang hampir bersamaan, beberapa pemain pilar Juventus ramai-ramai menyatakan keinginannya untuk hijrah dari Turin. Salah satu pemain yang akhirnya meninggalkan Delle Alpi dan bergabung dengan klub raksasa Spanyol, Barcelona, adalah defender serba bisa, Gianluca Zambrotta.
Beberapa saat setelah Zambrotta bergabung ke Nou Camp, tersiar kabar bahwa kepindahannya itu disebabkan faktor uang. Zambrotta pun membantah anggapan tersebut. “Saya bukan mata duitan,” kata Zambrotta kepada harian Tuttosport, seperti yang dilansir Football Italia.
“Saya telah memberikan segalanya bagi Juventus selama tujuh tahun. Dan saya tidak pernah berpikir gelar scudetto dicabut dari rekor saya. Saya benar-benar merasa dikhianati oleh mantan direktur klub (Luciano Moggi dan Antonio Giraudo),” tegas Zambrotta.
Di awal pekan, Presiden Juventus, Giovanni Cobolli Gigli mengatakan kepada beberapa surat kabar di Italia, bahwasanya ia merasa “sangat kecewa” dengan keputusan yang diambil Zambrotta dan Fabio Cannavaro yang memutuskan hengkang dari Turin. “Saya sangat marah mendengar pernyataannya,” kata Zambrotta. “Bagi saya itu tidak fair. Ketika saya bertemu dengan para direktur baru, saya telah menjelaskan sesuatunya, bahwa saya tidak begitu yakin dapat bermain di Liga Serie B,” jelas Zambrotta.
Namun, tambahnya, “Sekonyong-konyong, tanpa diduga, mereka telah merancang kepindahan saya ke Barcelona. Alasannya, mereka telah mencapai kata sepakat dengan klub Spanyol tersebut. Padahal, agen saya telah berbicara dengan kubu Milan. Jadinya, sayalah yang harus menyesuaikan diri (dengan putusan klub).”
Zambrotta yang pernah membela Bari juga menyesalkan adanya caci maki terkait kepindahannya ke Barcelona. “Para pendukung mengecap saya sebagai pengkhianat dan mata duitan. Tapi, mereka perlu tahu yang sebenarnya. Jajaran manajemen klub yang lama yang membuat saya kecewa. Lagipula, saya tidak pernah berpikir untuk meninggalkan Turin dalam situasi seperti ini,” tegas Zambrotta.
Meskipun begitu, tidak seperti Alessandro Del Piero, Zambrotta menolak untuk mengkritik kebijakan mantan pelatih Juventus, Fabio Capello yang selama dua musim menukangi Bianconeri.
“Setiap orang berhak untuk menyampaikan pendapatnya. Tapi, hubungan saya dengan Capello selalu berjalan dengan baik. Saya tidak punya keluhan. Mungkin saja, Del Piero butuh sesuatu untuk melampiaskan kekesalannya,” ujar Zambrotta yang bersama Lilian Thuram duduk di bangku cadangan saat Barcelona kalah 0-3 dari Sevilla dalam partai Piala Super Eropa yang berlangsung di Stadion Stade Louis II, Monaco, Jum’at, 25 Agustus 2006